Tentang MEDICINUS
MEDICINUS: Scientific Journal of Pharmaceutical Development and Medical Application (selanjutnya disebut MEDICINUS) adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan praktik di bidang medis dan kesehatan di Indonesia. Diinisiasi dan dipublikasikan oleh PT Dexa Medica, jurnal ini berperan sebagai platform krusial bagi para profesional medis dan kesehatan untuk menyebarluaskan temuan penelitian mutakhir, studi kasus klinis yang relevan, serta telaah literatur komprehensif dalam ranah kedokteran dan kefarmasian.
MEDICINUS telah menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) untuk menjalankan program CME (Continuing Medical Education) dan CPD (Continuing Professional Development) yang terintegrasi dengan jurnal MEDICINUS sehingga dokter dan apoteker dapat mengikuti pembelajaran secara daring yang disajikan dalam bentuk artikel dan kuis untuk mendapatkan SKP (Satuan Kredit Profesi).
Kerja sama MEDICINUS dengan PB IDI dan PP IAI tersebut selanjutnya, sejak November 2024, bertransformasi menjadi program MOOC (Massive Open Online Course) di bawah naungan platform pembelajaran digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Profil Jurnal
Terbitan Terkini
MEDICINUS Vol. 39 No. 6 (2026)Tema utama yang diangkat kali ini adalah “Patofisiologi dan Tata Laksana Kardiotoksisitas yang Diinduksi Kemoterapi”. Menurut European Society of Cardiology (ESC), kardiotoksisitas didefinisikan sebagai kerusakan fungsi maupun struktur organ jantung yang berhubungan dengan paparan obat, terutama terapi antikanker seperti kemoterapi dan radioterapi, maupun akibat dari kanker itu sendiri. Secara umum, kardiotoksisitas yang diinduksi kemoterapi diklasifikasikan ke dalam lima jenis, dengan dua tipe utama yang paling sering dikaitkan dengan terapi antineoplastik berisiko tinggi, yaitu tipe I (irreversibel, misalnya akibat antrasiklin) dan tipe II (reversibel, misalnya akibat trastuzumab). Mekanisme kardiotoksisitas yang diinduksi kemoterapi dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan faktor yang berperan antara lain: dosis kumulatif, cara pemberian obat, formulasi obat, serta metode pemberian obat. Penatalaksanaan kardiotoksisitas bergantung pada jenis gangguan kardiovaskular yang dialami oleh pasien. Pasien dengan banyak faktor risiko kardiovaskular yang tidak terkontrol, atau yang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya, risiko kardiotoksisitas akibat kemoterapi meningkat signifikan. Selain itu, rubrik Perspective pada edisi Juni ini mengenai “Jantung yang Tidak Tahu Sedang Diobati: Kardiotoksisitas Anthracycline dan Urgensi Kardio-Onkologi”. Pada rubrik Case Report diwarnai dengan artikel "Management of a Giant Ovarian Mucinous Cyst in Late Pregnancy: A Combined Surgical Approach", "Laporan Kasus Hepatopulmonary Syndrome (HPS) pada Pasien Sirosis Hepatis dengan Penyulit Melena Akut dan Orthodeoxia" dan "Diagnostic Challenges in Tuberculous Spondylitis in a Young Adult without Overt Immunodeficiency: A Case Report" serta “Gangguan Metabolik pada Sindrom Ovarium Polikistik Nonklasik: Sebuah Laporan Kasus”.