Tentang MEDICINUS

MEDICINUS: Scientific Journal of Pharmaceutical Development and Medical Application (selanjutnya disebut MEDICINUS) adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan praktik di bidang medis dan kesehatan di Indonesia. Diinisiasi dan dipublikasikan oleh PT Dexa Medica, jurnal ini berperan sebagai platform krusial bagi para profesional medis dan kesehatan untuk menyebarluaskan temuan penelitian mutakhir, studi kasus klinis yang relevan, serta telaah literatur komprehensif dalam ranah kedokteran dan kefarmasian.

MEDICINUS telah menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) untuk menjalankan program CME (Continuing Medical Education) dan CPD (Continuing Professional Development) yang terintegrasi dengan jurnal MEDICINUS sehingga dokter dan apoteker dapat mengikuti pembelajaran secara daring yang disajikan dalam bentuk artikel dan kuis untuk mendapatkan SKP (Satuan Kredit Profesi).

Kerja sama MEDICINUS dengan PB IDI dan PP IAI tersebut selanjutnya, sejak November 2024, bertransformasi menjadi program MOOC (Massive Open Online Course) di bawah naungan platform pembelajaran digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selengkapnya mengenai MEDICINUS

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH
							Lihat Vol 39 No 4 (2026): MEDICINUS

Terbitan Utuh

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH

Terbitan Terkini

MEDICINUS Vol. 39 No. 4 (2026)
										Lihat Vol 39 No 4 (2026): MEDICINUS
Diterbitkan: 01-04-2026

Kurang Tidur dan Regulasi Nafsu Makan: Tinjauan Mekanisme Hormonal dan Metabolik ” didaulat menjadi tema utama pada edisi online ke-4 di tahun Kuda Api ini. Kurang tidur telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin sering dijumpai di era modern. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fungsi kognitif dan kualitas hidup, tetapi juga berhubungan erat dengan regulasi nafsu makan dan metabolisme. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa deprivasi tidur memicu perubahan hormonal, termasuk peningkatan grelin, penurunan leptin, serta gangguan keseimbangan hormon lain yang berperan dalam regulasi rasa lapar dan kenyang. Dampak fisiologis ini mendorong peningkatan asupan energi, terutama dari makanan tinggi kalori, serta memperlemah kontrol kognitif terhadap dorongan makan. Selain itu, kurang tidur terbukti menurunkan sensitivitas insulin, meningkatkan resistansi insulin, serta mengganggu homeostasis glukosa, sehingga berkontribusi pada risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta sindrom metabolik.

Terbitan Utuh