Tentang MEDICINUS

MEDICINUS: Scientific Journal of Pharmaceutical Development and Medical Application (selanjutnya disebut MEDICINUS) adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan praktik di bidang medis dan kesehatan di Indonesia. Diinisiasi dan dipublikasikan oleh PT Dexa Medica, jurnal ini berperan sebagai platform krusial bagi para profesional medis dan kesehatan untuk menyebarluaskan temuan penelitian mutakhir, studi kasus klinis yang relevan, serta telaah literatur komprehensif dalam ranah kedokteran dan kefarmasian.

MEDICINUS telah menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) untuk menjalankan program CME (Continuing Medical Education) dan CPD (Continuing Professional Development) yang terintegrasi dengan jurnal MEDICINUS sehingga dokter dan apoteker dapat mengikuti pembelajaran secara daring yang disajikan dalam bentuk artikel dan kuis untuk mendapatkan SKP (Satuan Kredit Profesi).

Kerja sama MEDICINUS dengan PB IDI dan PP IAI tersebut selanjutnya, sejak November 2024, bertransformasi menjadi program MOOC (Massive Open Online Course) di bawah naungan platform pembelajaran digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selengkapnya mengenai MEDICINUS

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH
							Lihat Vol 39 No 5 (2026): MEDICINUS

Terbitan Utuh

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH

Terbitan Terkini

MEDICINUS Vol. 39 No. 5 (2026)
										Lihat Vol 39 No 5 (2026): MEDICINUS
Diterbitkan: 02-05-2026

Tema utama kali ini mengangkat tajuk “Insulin Resistance and Ovulatory Dysfunction in Polycystic Ovary Syndrome: A Study Using the Muharam Criteria at RSUD Banten”. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan penyebab umum infertilitas anovulasi. Dalam hal ini, resistansi insulin (RI) memainkan peran kunci dalam patofisiologi SOPK karena berkontribusi langsung terhadap hiperandrogenisme serta disfungsi folikel. Kriteria Muharam, yang didefinisikan sebagai rasio glukosa plasma puasa terhadap kadar insulin puasa, merupakan metode sederhana dan praktis untuk menilai RI, terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menganalisis korelasi antara RI, yang diukur menggunakan nilai kriteria Muharam, terhadap disfungsi ovulasi pada pasien SOPK di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Artikel lain yang turut mewarnai edisi kelima  pada tahun kuda api ini adalah Perspektif mengenai “Resistensi Insulin sebagai Poros Disfungsi Ovulasi pada PCOS”, rubrik Research dengan artikel yang berjudul “Faktor yang  Berhubungan dengan Penyebab Admisi dan Kematian Pasien SLE di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar”, tiga artikel pada rubrik Case Report yaitu “Tumor Lysis Syndrome Induced by the R-ICE Regimen in a Patient with Non-Hodgkin Lymphoma: A Case Report", "Abses Tiroid pada Pasien dengan Infeksi HIV: Laporan Kasus" dan "Pendekatan Diagnosis pada Pasien dengan Primary Sclerosing Cholangitis (PSC): Sebuah Laporan Kasus”, serta artikel Medical Review Pentingnya Deteksi Dini Hiperamonemia Transien pada Bayi Baru Lahir (Transient Hyperaammonemia of the Newborn/THAN)”.  

Terbitan Utuh