Tentang MEDICINUS

MEDICINUS: Scientific Journal of Pharmaceutical Development and Medical Application (selanjutnya disebut MEDICINUS) adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan praktik di bidang medis dan kesehatan di Indonesia. Diinisiasi dan dipublikasikan oleh PT Dexa Medica, jurnal ini berperan sebagai platform krusial bagi para profesional medis dan kesehatan untuk menyebarluaskan temuan penelitian mutakhir, studi kasus klinis yang relevan, serta telaah literatur komprehensif dalam ranah kedokteran dan kefarmasian.

MEDICINUS telah menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) untuk menjalankan program CME (Continuing Medical Education) dan CPD (Continuing Professional Development) yang terintegrasi dengan jurnal MEDICINUS sehingga dokter dan apoteker dapat mengikuti pembelajaran secara daring yang disajikan dalam bentuk artikel dan kuis untuk mendapatkan SKP (Satuan Kredit Profesi).

Kerja sama MEDICINUS dengan PB IDI dan PP IAI tersebut selanjutnya, sejak November 2024, bertransformasi menjadi program MOOC (Massive Open Online Course) di bawah naungan platform pembelajaran digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selengkapnya mengenai MEDICINUS

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH
							Lihat Vol 39 No 7 (2026): MEDICINUS

Terbitan Utuh

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH

Terbitan Terkini

MEDICINUS Vol. 39 No. 7 (2026)
										Lihat Vol 39 No 7 (2026): MEDICINUS
Diterbitkan: 01-07-2026

Transformasi Pendekatan Blok Saraf Sensoris sebagai Strategi Prosedur Bebas Nyeri” didaulat menjadi tema utama edisi online ke-7 di tahun Kuda Api ini. Nyeri selama prosedur medis masih menjadi tantangan utama dalam praktik klinis, terutama pada tindakan bedah minor dan prosedur invasif sederhana. Teknik infiltrasi anestesi lokal konvensional sering kali menyebabkan nyeri tambahan, distorsi jaringan, serta distribusi anestesi yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih sederhana, efektif, dan nyaman bagi pasien. Pendekatan menggunakan blok saraf sensoris menargetkan cabang saraf sensoris perifer sebagai perpanjangan dari sistem saraf pusat yang terletak di area distal. Dengan pemilihan titik insersi yang strategis, cakupan blok yang luas dapat dicapai hanya dengan satu atau dua titik injeksi tanpa memerlukan infiltrasi yang luas. Artikel ini membahas konsep, mekanisme kerja, serta aplikasi klinis dari blok saraf sensoris sebagai strategi mewujudkan prosedur medis yang minim nyeri. Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi paradigma baru dalam praktik kedokteran modern, khususnya pada berbagai tindakan bedah minor.

Senada dengan tema utama, rubrik Perspective edisi kali ini juga membahas tentang “Transformasi Blok Saraf Sensoris untuk Prosedur Bebas Nyeri dengan Levobupivacaine”. Artikel lain yang turut menyemarakkan edisi Juli adalah “Prevalence of Anxiety and Depression in Hemodialysis Patients at RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar: A Descriptive Study” yang mewarnai rubrik Research. Sementara di rubrik Case Report dihuni 2 artikel menarik yakni  Insufisiensi Adrenal Tersier pada Penggunaan Steroid Jangka Panjang” dan “Physiologically Based Pharmacokinetic (PBPK) Simulation of Supratherapeutic Meropenem Exposure and Potential Pharmacokinetics/Pharmacodynamics (PK/PD) Discordance in a Critically Ill Pediatric Patient: A Case Report”, serta duet artikel  “Multi-Scale Mechanisms of Phaleria macrocarpa in Liver Fibrosis: From Hepatic Stellate Cell Reprogramming to Systems Pharmacology Insights” dan “Equity, Informed Consent, and Ethical Challenges in Nutrigenetics-Based Precision Nutrition” yang mengisi rubrik Medical Review

Terbitan Utuh