Arsip

  • MEDICINUS Vol. 39 No. 8 (2026)

    Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang menyerang membran sinovial, tulang rawan, ligamen, dan tulang. Faktor risiko osteoartritis meliputi pertambahan usia, riwayat keluarga dengan osteoartritis, aktivitas fisik berat, obesitas, dan riwayat trauma atau deformitas sendi. Artikel penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko osteoarthritis lutut yang berhubungan dengan kualitas hidup...

    Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang menyerang membran sinovial, tulang rawan, ligamen, dan tulang. Faktor risiko osteoartritis meliputi pertambahan usia, riwayat keluarga dengan osteoartritis, aktivitas fisik berat, obesitas, dan riwayat trauma atau deformitas sendi. Artikel penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko osteoarthritis lutut yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Short Form-36 (SF-36) untuk menilai kualitas hidup pasien.  Secara keseluruhan, 73,6% pasien menunjukkan kualitas hidup yang baik. Walaupun demikian, tercatat median skor rendah hingga sedang pada beberapa komponen domain kualitas hidup seperti keterbatasan kerja akibat gangguan fisik, nyeri, dan kesehatan umum. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan penurunan kualitas hidup pada pasien osteoartritis lutut adalah usia >60 tahun, jenis kelamin perempuan, berat badan berlebih (IMT >23 kg/m²), pekerjaan dengan aktivitas fisik berat, dan riwayat trauma pada sendi lutut. Penelitian itulah yang diusung menjadi tema utama Medicinus edisi Agustus 2026 kali ini dengan tajuk “The Association Between Knee Osteoarthritis Risk Factors and Quality of Life Among Patients with Knee Osteoarthritis in Ubung Village”. Selain itu, rubrik Perspective pada edisi ke-9 ini mengenai “Faktor Risiko Osteoartritis Lutut dan Kualitas Hidup Pasien: Dari Kerusakan Sendi Menuju Beban Hidup Sehari-hari”. Artikel lain yang tidak kalah menarik adalah “Low Serum Zinc Levels as a Risk Factor for Tuberculosis Co-infection in Patients with Human Immunodeficiency Virus” dan “Profil Hematologi Pasien Hipertiroid yang Mendapatkan Terapi Obat Antitiroid di Poliklinik Endokrin, Metabolik, dan Diabetes RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar Tahun 2023” yang mengisi rubrik Research. Pada rubrik Case Report dihuni oleh artikel “Catheter-Related Bloodstream Infection (CRBSI) akibat Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) pada Pasien Hemodialisis: Laporan Kasus”. Sementara di rubrik Medical Review diisi oleh artikel= “Pharmacogenomic and Precision Pharmacotherapy in Heart Failure: A Narrative Review”, serta artikel Patient Compliance Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) pada Ibu Hamil: Strategi Penanggulangan Hidden Hunger dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang di Indonesia”.

    Baca Selengkapnya
  • MEDICINUS Vol. 39 No. 7 (2026)

    Transformasi Pendekatan Blok Saraf Sensoris sebagai Strategi Prosedur Bebas Nyeri” didaulat menjadi tema utama edisi online ke-7 di tahun Kuda Api ini. Nyeri selama prosedur medis masih menjadi tantangan utama dalam praktik klinis, terutama pada tindakan bedah minor dan prosedur invasif sederhana. Teknik infiltrasi anestesi lokal konvensional sering kali menyebabkan nyeri tambahan, distorsi...

    Transformasi Pendekatan Blok Saraf Sensoris sebagai Strategi Prosedur Bebas Nyeri” didaulat menjadi tema utama edisi online ke-7 di tahun Kuda Api ini. Nyeri selama prosedur medis masih menjadi tantangan utama dalam praktik klinis, terutama pada tindakan bedah minor dan prosedur invasif sederhana. Teknik infiltrasi anestesi lokal konvensional sering kali menyebabkan nyeri tambahan, distorsi jaringan, serta distribusi anestesi yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih sederhana, efektif, dan nyaman bagi pasien. Pendekatan menggunakan blok saraf sensoris menargetkan cabang saraf sensoris perifer sebagai perpanjangan dari sistem saraf pusat yang terletak di area distal. Dengan pemilihan titik insersi yang strategis, cakupan blok yang luas dapat dicapai hanya dengan satu atau dua titik injeksi tanpa memerlukan infiltrasi yang luas. Artikel ini membahas konsep, mekanisme kerja, serta aplikasi klinis dari blok saraf sensoris sebagai strategi mewujudkan prosedur medis yang minim nyeri. Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi paradigma baru dalam praktik kedokteran modern, khususnya pada berbagai tindakan bedah minor.

    Senada dengan tema utama, rubrik Perspective edisi kali ini juga membahas tentang “Transformasi Blok Saraf Sensoris untuk Prosedur Bebas Nyeri dengan Levobupivacaine”. Artikel lain yang turut menyemarakkan edisi Juli adalah “Prevalence of Anxiety and Depression in Hemodialysis Patients at RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar: A Descriptive Study” yang mewarnai rubrik Research. Sementara di rubrik Case Report dihuni 2 artikel menarik yakni  Insufisiensi Adrenal Tersier pada Penggunaan Steroid Jangka Panjang” dan “Physiologically Based Pharmacokinetic (PBPK) Simulation of Supratherapeutic Meropenem Exposure and Potential Pharmacokinetics/Pharmacodynamics (PK/PD) Discordance in a Critically Ill Pediatric Patient: A Case Report”, serta duet artikel  “Multi-Scale Mechanisms of Phaleria macrocarpa in Liver Fibrosis: From Hepatic Stellate Cell Reprogramming to Systems Pharmacology Insights” dan “Equity, Informed Consent, and Ethical Challenges in Nutrigenetics-Based Precision Nutrition” yang mengisi rubrik Medical Review

    Baca Selengkapnya
  • MEDICINUS Vol. 39 No. 6 (2026)

    Tema utama yang diangkat kali ini adalah “Patofisiologi dan Tata Laksana Kardiotoksisitas yang Diinduksi Kemoterapi”. Menurut European Society of Cardiology (ESC), kardiotoksisitas didefinisikan sebagai kerusakan fungsi maupun struktur organ jantung yang berhubungan dengan paparan obat, terutama terapi antikanker seperti kemoterapi dan radioterapi, maupun akibat dari kanker itu sendiri. Secara umum,...

    Tema utama yang diangkat kali ini adalah “Patofisiologi dan Tata Laksana Kardiotoksisitas yang Diinduksi Kemoterapi”. Menurut European Society of Cardiology (ESC), kardiotoksisitas didefinisikan sebagai kerusakan fungsi maupun struktur organ jantung yang berhubungan dengan paparan obat, terutama terapi antikanker seperti kemoterapi dan radioterapi, maupun akibat dari kanker itu sendiri. Secara umum, kardiotoksisitas yang diinduksi kemoterapi diklasifikasikan ke dalam lima jenis, dengan dua tipe utama yang paling sering dikaitkan dengan  terapi antineoplastik berisiko tinggi, yaitu tipe I (irreversibel, misalnya akibat antrasiklin) dan tipe II (reversibel, misalnya akibat trastuzumab). Mekanisme kardiotoksisitas yang diinduksi kemoterapi dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan faktor yang berperan antara lain: dosis kumulatif, cara pemberian obat, formulasi obat, serta metode pemberian obat. Penatalaksanaan kardiotoksisitas bergantung pada jenis gangguan kardiovaskular yang dialami oleh pasien. Pasien dengan banyak faktor risiko kardiovaskular yang tidak terkontrol, atau yang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya, risiko kardiotoksisitas akibat kemoterapi meningkat signifikan. Selain itu, rubrik Perspective pada edisi Juni ini mengenai “Jantung yang Tidak Tahu Sedang Diobati:  Kardiotoksisitas Anthracycline dan Urgensi Kardio-Onkologi”. Pada rubrik Case Report diwarnai dengan artikel "Management of a Giant Ovarian Mucinous Cyst in Late Pregnancy: A Combined Surgical Approach", "Laporan Kasus Hepatopulmonary Syndrome (HPS) pada Pasien Sirosis Hepatis dengan Penyulit Melena Akut dan Orthodeoxia" dan "Diagnostic Challenges in Tuberculous Spondylitis in a Young Adult without Overt Immunodeficiency: A Case Report"  serta “Gangguan Metabolik pada Sindrom Ovarium Polikistik Nonklasik: Sebuah Laporan Kasus”.

    Baca Selengkapnya
  • MEDICINUS Vol. 39 No. 5 (2026)

    Tema utama kali ini mengangkat tajuk “Insulin Resistance and Ovulatory Dysfunction in Polycystic Ovary Syndrome: A Study Using the Muharam Criteria at RSUD Banten”. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan penyebab umum infertilitas anovulasi. Dalam hal ini, resistansi insulin (RI) memainkan peran kunci dalam patofisiologi SOPK karena berkontribusi...

    Tema utama kali ini mengangkat tajuk “Insulin Resistance and Ovulatory Dysfunction in Polycystic Ovary Syndrome: A Study Using the Muharam Criteria at RSUD Banten”. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan penyebab umum infertilitas anovulasi. Dalam hal ini, resistansi insulin (RI) memainkan peran kunci dalam patofisiologi SOPK karena berkontribusi langsung terhadap hiperandrogenisme serta disfungsi folikel. Kriteria Muharam, yang didefinisikan sebagai rasio glukosa plasma puasa terhadap kadar insulin puasa, merupakan metode sederhana dan praktis untuk menilai RI, terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menganalisis korelasi antara RI, yang diukur menggunakan nilai kriteria Muharam, terhadap disfungsi ovulasi pada pasien SOPK di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Artikel lain yang turut mewarnai edisi kelima  pada tahun kuda api ini adalah Perspektif mengenai “Resistensi Insulin sebagai Poros Disfungsi Ovulasi pada PCOS”, rubrik Research dengan artikel yang berjudul “Faktor yang  Berhubungan dengan Penyebab Admisi dan Kematian Pasien SLE di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar”, tiga artikel pada rubrik Case Report yaitu “Tumor Lysis Syndrome Induced by the R-ICE Regimen in a Patient with Non-Hodgkin Lymphoma: A Case Report", "Abses Tiroid pada Pasien dengan Infeksi HIV: Laporan Kasus" dan "Pendekatan Diagnosis pada Pasien dengan Primary Sclerosing Cholangitis (PSC): Sebuah Laporan Kasus”, serta artikel Medical Review Pentingnya Deteksi Dini Hiperamonemia Transien pada Bayi Baru Lahir (Transient Hyperaammonemia of the Newborn/THAN)”.  

    Baca Selengkapnya
  • MEDICINUS Vol. 39 No. 4 (2026)

    Kurang Tidur dan Regulasi Nafsu Makan: Tinjauan Mekanisme Hormonal dan Metabolik ” didaulat menjadi tema utama pada edisi online ke-4 di tahun Kuda Api ini. Kurang tidur telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin sering dijumpai di era modern. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fungsi kognitif dan kualitas hidup, tetapi juga berhubungan erat dengan regulasi nafsu makan dan...

    Kurang Tidur dan Regulasi Nafsu Makan: Tinjauan Mekanisme Hormonal dan Metabolik ” didaulat menjadi tema utama pada edisi online ke-4 di tahun Kuda Api ini. Kurang tidur telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin sering dijumpai di era modern. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fungsi kognitif dan kualitas hidup, tetapi juga berhubungan erat dengan regulasi nafsu makan dan metabolisme. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa deprivasi tidur memicu perubahan hormonal, termasuk peningkatan grelin, penurunan leptin, serta gangguan keseimbangan hormon lain yang berperan dalam regulasi rasa lapar dan kenyang. Dampak fisiologis ini mendorong peningkatan asupan energi, terutama dari makanan tinggi kalori, serta memperlemah kontrol kognitif terhadap dorongan makan. Selain itu, kurang tidur terbukti menurunkan sensitivitas insulin, meningkatkan resistansi insulin, serta mengganggu homeostasis glukosa, sehingga berkontribusi pada risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta sindrom metabolik.

    Baca Selengkapnya
  • MEDICINUS Vol. 39 No. 3 (2026)

    Secara umum, tonsilofaringitis kronis ditandai dengan gejala demam, sakit tenggorokan dan pembengkakan berulang pada tonsil. Namun, pada beberapa kasus, tonsilofaringitis dengan eksaserbasi akut juga menunjukkan gejala atipikal, yaitu disfagia atau kesulitan menelan, di mana proses memindahkan makanan/minuman dari organ mulut menuju ke lambung membutuhkan usaha ekstra, bahkan terkadang disertai dengan rasa nyeri....

    Secara umum, tonsilofaringitis kronis ditandai dengan gejala demam, sakit tenggorokan dan pembengkakan berulang pada tonsil. Namun, pada beberapa kasus, tonsilofaringitis dengan eksaserbasi akut juga menunjukkan gejala atipikal, yaitu disfagia atau kesulitan menelan, di mana proses memindahkan makanan/minuman dari organ mulut menuju ke lambung membutuhkan usaha ekstra, bahkan terkadang disertai dengan rasa nyeri. Disfagia bekepanjangan akan sangat memengaruhi kualitas hidup pasien. Gambaran tersebut disajikan dalam bentuk artikel laporan kasus yang menjadi tema utama Medicinus pada edisi ke-3 di tahun kuda api ini dengan tajuk “Dysphagia as the Predominant Symptom in Chronic Tonsillopharyngitis with Acute Exacerbation: A Case Report”.

    Sejalan dengan tema utama, rubrik Perspective juga mengetengahkan seputar “Disfagia dalam Perspektif Klinis Kontemporer”. Artikel lain yang turut mewarnai edisi Maret ini adalah “Hubungan antara Asam Traneksamat dan Insiden Kejang pada Pasien dengan Perdarahan Subarakhnoid” yang menghuni rubrik Research, serta 4 artikel pada rubrik Case Report yakni “Progressive Supranuclear Palsy - Parkinsonism Predominant (PSP-P): A Case Report”, “Potensi Patogenik Infeksi Entamoeba coli dengan Komplikasi Syok Sepsis: Sebuah Laporan Kasus Atipikal”, "’Steakhouse Syndrome’ pada Pasien Dewasa di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar” dan “Comprehensive Approach to Acute Pulmonary Embolism in a Patient with History of Cervical Cancer: Clinical Challenges and Therapeutic Strategies”.

    Baca Selengkapnya
1-6 dari 35