MEDICINUS Vol. 39 No. 7 (2026)
“Transformasi Pendekatan Blok Saraf Sensoris sebagai Strategi Prosedur Bebas Nyeri” didaulat menjadi tema utama edisi online ke-7 di tahun Kuda Api ini. Nyeri selama prosedur medis masih menjadi tantangan utama dalam praktik klinis, terutama pada tindakan bedah minor dan prosedur invasif sederhana. Teknik infiltrasi anestesi lokal konvensional sering kali menyebabkan nyeri tambahan, distorsi jaringan, serta distribusi anestesi yang kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih sederhana, efektif, dan nyaman bagi pasien. Pendekatan menggunakan blok saraf sensoris menargetkan cabang saraf sensoris perifer sebagai perpanjangan dari sistem saraf pusat yang terletak di area distal. Dengan pemilihan titik insersi yang strategis, cakupan blok yang luas dapat dicapai hanya dengan satu atau dua titik injeksi tanpa memerlukan infiltrasi yang luas. Artikel ini membahas konsep, mekanisme kerja, serta aplikasi klinis dari blok saraf sensoris sebagai strategi mewujudkan prosedur medis yang minim nyeri. Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi paradigma baru dalam praktik kedokteran modern, khususnya pada berbagai tindakan bedah minor.
Senada dengan tema utama, rubrik Perspective edisi kali ini juga membahas tentang “Transformasi Blok Saraf Sensoris untuk Prosedur Bebas Nyeri dengan Levobupivacaine”. Artikel lain yang turut menyemarakkan edisi Juli adalah “Prevalence of Anxiety and Depression in Hemodialysis Patients at RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar: A Descriptive Study” yang mewarnai rubrik Research. Sementara di rubrik Case Report dihuni 2 artikel menarik yakni “Insufisiensi Adrenal Tersier pada Penggunaan Steroid Jangka Panjang” dan “Physiologically Based Pharmacokinetic (PBPK) Simulation of Supratherapeutic Meropenem Exposure and Potential Pharmacokinetics/Pharmacodynamics (PK/PD) Discordance in a Critically Ill Pediatric Patient: A Case Report”, serta duet artikel “Multi-Scale Mechanisms of Phaleria macrocarpa in Liver Fibrosis: From Hepatic Stellate Cell Reprogramming to Systems Pharmacology Insights” dan “Equity, Informed Consent, and Ethical Challenges in Nutrigenetics-Based Precision Nutrition” yang mengisi rubrik Medical Review.