Tentang MEDICINUS

MEDICINUS: Scientific Journal of Pharmaceutical Development and Medical Application (selanjutnya disebut MEDICINUS) adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk memajukan pengetahuan dan praktik di bidang medis dan kesehatan di Indonesia. Diinisiasi dan dipublikasikan oleh PT Dexa Medica, jurnal ini berperan sebagai platform krusial bagi para profesional medis dan kesehatan untuk menyebarluaskan temuan penelitian mutakhir, studi kasus klinis yang relevan, serta telaah literatur komprehensif dalam ranah kedokteran dan kefarmasian.

MEDICINUS telah menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) untuk menjalankan program CME (Continuing Medical Education) dan CPD (Continuing Professional Development) yang terintegrasi dengan jurnal MEDICINUS sehingga dokter dan apoteker dapat mengikuti pembelajaran secara daring yang disajikan dalam bentuk artikel dan kuis untuk mendapatkan SKP (Satuan Kredit Profesi).

Kerja sama MEDICINUS dengan PB IDI dan PP IAI tersebut selanjutnya, sejak November 2024, bertransformasi menjadi program MOOC (Massive Open Online Course) di bawah naungan platform pembelajaran digital Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selengkapnya mengenai MEDICINUS

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH
							Lihat Vol 39 No 1 (2026): MEDICINUS

Terbitan Utuh

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.Sc., M.B.A., FRSPH

Terbitan Terkini

MEDICINUS Vol. 39 No. 1 (2026)
										Lihat Vol 39 No 1 (2026): MEDICINUS
Diterbitkan: 01-01-2026

Tema utama edisi online kali ini adalah mengenai “Obesity as a Risk Factor of Cancer”.  Kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas masih menjadi masalah kesehatan serius, mengingat prevalensi yang terus meningkat secara global.Kondisi ini pun sangat erat kaitannya  dengan penyakit lain seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kanker. Obesitas didefinisikan sebagai penumpukan lemak tubuh abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Meskipun obesitas tidak dianggap sebagai faktor risiko utama penyakit kanker, namun masih berkorelasi dengan beberapa jenis kanker. Salah satu mekanisme utama yang mendasari hubungan antara obesitas dan kanker adalah inflamasi kronis yang memperantarai perkembangan sel kanker, terutama dengan menginduksi perubahan pada lingkungan mikro tumor dan mendorong pembentukan fenotipe kanker (tumorigenesis). Faktor-faktor lain yang menjelaskan hubungan antara obesitas dan kanker secara umum juga akan dijelaskan dalam tinjauan literatur ini. Artikel lain yang turut mewarnai edisi perdana  pada tahun kuda api ini adalah Perspektif mengenai “Rekonseptualisasi Faktor Risiko dalam Kedokteran 2025”, rubrik Research The Association between Thyroid Function with Bone Mineral Density in Hyperthyroid Patients at The Diabetic Center Clinic of RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar”, tiga artikel Case Report yaitu “Progressive Left Diaphragmatic Eventration Manifesting as Respiratory Failure in an Elderly Patient with Chronic Obstructive Pulmonary Disease: A Case Report”, “Late Diagnosis of Biliary Atresia in an Infant—A Call for Early Cholestasis Screening and Timely Referral” dan “Triple-Threat Pregnancy: Navigating PPCM, Preeclampsia and Thalassemia Major- A Holistic Reproductive Risk Assessment Post-Cesarean Delivery”, serta artikel Medical Review Nanobubbles for Precision Oncology”.

Terbitan Utuh