Tentang MEDICINUS

MEDICINUS: Scientific Journal of Pharmaceutical Development and Medical Application (selanjutnya disebut MEDICINUS) adalah jurnal ilmiah yang bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang kesehatan, kedokteran, serta kefarmasian di Indonesia. Digagas dan diterbitkan oleh PT Dexa Medica, MEDICINUS menjadi wadah yang substansial bagi para professional dan akademisi untuk menyebarluaskan hasil penelitian serta berbagai perkembangan terkini di bidang terkait. Naskah ilmiah yang dipublikasikan di MEDICINUS tersaji dalam beberapa rubrik, yaitu Research yang memuat hasil penelitian, Case Report yang menyajikan laporan kasus (atau serial kasus) klinis yang relevan, Pharmaceutical yang memaparkan inovasi dan perkembangan di bidang farmasi, serta Medical Review yang menyajikan telaah literatur komprehensif di bidang kedokteran dan kefarmasian.

Selengkapnya mengenai MEDICINUS

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, PhD, JSD, LLM, FRSPH
							Lihat Vol 39 No 10 (2026): MEDICINUS

Terbitan Utuh

Profil Jurnal

Nama Jurnal:
MEDICINUS
Frekuensi Penerbitan:
12 kali / tahun (mulai vol. 38)
3 kali / tahun (hingga vol. 37)
ISSN Edisi Daring:
ISSN Edisi Cetak:
Prefiks DOI (Crossref):
Penerbit:
Pemimpin Redaksi:
Prof. Raymond R. Tjandrawinata, PhD, JSD, LLM, FRSPH

Terbitan Terkini

MEDICINUS Vol. 39 No. 10 (2026)
										Lihat Vol 39 No 10 (2026): MEDICINUS
Diterbitkan: 01-10-2026

Vitiligo merupakan kelainan kulit kronis akibat destruksi melanosit yang dimediasi oleh mekanisme autoimun, dengan prevalensi global sekitar 0,1–2%. Penyakit yang ditandai oleh makula depigmentasi berbatas tegas ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup. Patogenesis vitiligo melibatkan interaksi faktor genetik, aktivasi imun seluler melalui jalur interferon-gamma (IFN-γ) dan Janus kinase–signal transducer and activator of transcription (JAK-STAT), serta stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan melanosit. Derajat keparahan dan aktivitas penyakit dapat dinilai dengan menggunakan vitiligo area scoring index (VASI) dan skor vitiligo disease activity (VIDA). Penatalaksanaan vitiligo bertujuan untuk menghentikan progresivitas penyakit, menginduksi repigmentasi kulit, dan mencegah kekambuhan melalui berbagai modalitas terapi antara lain terapi topikal dan sistemik, fototerapi, hingga pembedahan. Perkembangan terapi terbaru juga menunjukkan peran penting inhibitor JAK sebagai terapi target dalam penatalaksanaan vitiligo. Gambaran dalam bentuk review literatur tersebut yang diusung menjadi tema utama Medicinus pada edisi ke-10 di tahun kuda api kali ini, dengan tajuk “Tinjauan Komprehensif Patogenesis, Diagnosis, dan Tata Laksana Terkini Vitiligo”.

Sejalan dengan tema utama, rubrik Perspective juga mengetengahkan seputar “Vitiligo: Beban Penyakit, Patogenesis, Diagnosis, dan Tata Laksana Terkini”. Artikel lain yang mewarnai edisi ini adalah “Gambaran Gejala Sindrom Terowongan Karpal pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta” dan “Evaluasi Penggunaan Terapi Hormonal dan Nonhormonal pada Pasien Rawat Jalan dengan Nyeri Endometriosis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Periode 2023–2025” yang mengisi rubrik Research, 2 artikel pada rubrik Case Report: “Clinicopathological Features of Metastatic Colorectal Carcinoma in Multiple Primary Malignancies: A Case Report”, “Keganasan sebagai Faktor Risiko Terlewatkan pada Strok Iskemik dengan Gerak Abnormal: Laporan Kasus”, serta artikel Medical Review: “Kewajiban Sertifikasi Halal pada Produk Farmasi di Indonesia dan Integrasi Prinsip Halal dalam Pelayanan Kesehatan”.

Terbitan Utuh