Delayed Referral of a Neonate with Biliary Atresia Presenting as Jaundice: A Case Report

Penulis

  • Zubaity Ardhanariswari Islamic Siti Hajar Hospital, Sidoarjo, Indonesia
  • Rendi Aji Prihaningtyas Department of Child Health, Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, Indonesia; Department of Child Health, Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Muji Retnaning Rini Islamic Siti Hajar Hospital, Sidoarjo, Indonesia
  • Muhammad Faizi Department of Child Health, Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, East Java, Indonesia; Department of Child Health, Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, East Java, Indonesia
  • Bagus Setyoboedi Department of Child Health, Dr. Soetomo General Academic Hospital, Surabaya, East Java, Indonesia; Department of Child Health, Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Surabaya, East Java, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56951/rmdf9491

Kata Kunci:

kolestasis, atresia bilier, sirosis hati, terapi tertunda, penyakit kuning

Abstrak

Keterlambatan diagnosis kolestasis pada bayi saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Ikterus kolestasis adalah kondisi patologis yang memerlukan pengobatan segera, misalnya pada kasus atresia bilier. Atresia bilier merupakan penyakit fibro-inflamasi progresif yang menyebabkan fibrosis pada saluran empedu dan dapat menyebabkan sirosis hati jika tidak ditangani dengan tepat. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan rujukan yang terlambat pada bayi dengan atresia bilier. Kasus: Seorang bayi perempuan berusia 3 bulan dibawa ke rumah sakit tersier dengan keluhan utama berupa ikterus. Ikterus muncul sejak bayi berusia dua hari dan menetap meskipun bayi telah dijemur dan diberikan ASI. Ibu pasien juga melaporkan perut yang membuncit, urine berwarna kuning kecokelatan seperti teh, serta tinja yang pucat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya hepatosplenomegali. Hasil laboratorium menunjukkan adanya peningkatan fungsi hati (aspartate aminotransferase [AST] 237,4 U/l, alanine transaminase [ALT] 139 U/l, gamma-glutamyl transferase [GGT] 864 U/l) serta kolestasis (bilirubin total 13,90 mg/dl dan bilirubin direk 9,80 mg/dl). Ultrasonografi abdomen 2 fase menunjukkan kandung empedu dengan ukuran praprandial ±0,87 (panjang) x 0,93 (lebar) x 1,76 (tinggi) cm tanpa adanya kontraksi. Histopatologi hati menunjukkan kolestasis ekstrahepatik dengan fibrosis luas (F3). Pasien didiagnosis dengan atresia bilier dan fibrosis hati kemudian dirujuk untuk transplantasi hati. Keterlambatan rujukan pada atresia bilier berhubungan dengan prognosis yang buruk. Kesadaran dan edukasi kesehatan pada tenaga kesehatan primer, tenaga kesehatan masyarakat, dan orang tua sangat penting untuk deteksi dini kolestasis sehingga dapat mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas, serta kebutuhan transplantasi hati.

Referensi

1. Feldman AG, Sokol RJ. Neonatal cholestasis. Neoreviews. 2013;14(2):10.1542/neo.14-2-e63. doi:10.1542/neo.14-2-e63.

2. Widodo ST, Kusbin TBA. Pendekatan klinis neonatus dan bayi ikterus. CDK. 2023;50(6):332–8.

3. Watchko JF. Neonatal indirect hyperbilirubinemia and kernicterus. In: Gleason CA, Juul SE, editors. Avery’s diseases of the newborn. 10th Edition. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2018.p.1189–217.

4. Firmansyah A. Pendekatan klinis anak kuning. In: Hadinegoro SR, Prawitasari T, Endyarni B, Kadim M, Sjakti HA, editors. Diagnosis dan tata laksana penyakit anak dengan gejala kuning. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM; 2007.p.1–10.

5. Feldman AG, Sokol RJ. Recent developments in diagnostics and treatment of neonatal cholestasis. Semin Pediatr Surg. 2020;29(4):150945.

6. Van der Schyff F, Terblanche AJ, Botha JF. Improving poor outcomes of children with biliary atresia in South Africa by early referral to centralized units. JPGN Reports. 2021;2(2):e073. doi:10.1097/PG9.0000000000000073.

7. Wu B, Zhou Y, Tian X, Cai W, Xiao Y. Diagnostic values of plasma matrix metalloproteinase-7, interleukin-8, and gamma-glutamyl transferase in biliary atresia. Eur J Pediatr. 2022;181(11):3945–53. doi:10.1007/s00431-022-04612-7.

8. Rahayatri TH, Amin RBM, Margiadi DB, Sekarsari D, Gunardi H. Bedah Hepatobilier Anak. Jakarta; Universitas Indonesia Publishing: 2024. Available from: https://books.google.co.id/books?id=QN8VEQAAQBAJ.

9. Jeon TY. Overview of biliary atresia. J Korean Soc Radiol. 2022;83(5):979–90. doi:10.3348/jksr.2022.0090.

10. Moreira RK, Cabral R, Cowles RA, Lobritto SJ. Biliary Atresia: a multidisciplinary approach to diagnosis and management. Archives of Pathology and Laboratory Medicine.2012;136:746–60.

11. Bauman U, Ure B. Biliary atresia. Clin Res Hepatol Gastroenterol. 2012;36(3):257–9.

12. Haseli N, Hassanzade J, Dehghani SM, Bahador A, Malek-Hosseini SA. Living related donor liver transplantation in Iranian Children: a 12 year experience. Gastroenterol Hepatol Bed Bench. 2013;6(4):183–9.

13. Petersen C, Davenport M. Aetiology of biliary atresia: what is actually known? Orphanet J Rare Dis. 2013;8(1):1–13. doi:10.1186/1750 1172-8-128.

14. Bessho K, Bezerra JA. Biliary atresia: will blocking inflammation tame the disease? Annu Rev Med. 2011;62:171–85. doi:10.1146/annurev-med 042909-093734.

15. Noorulla F, Dedon R, Maisels MJ. Association of early direct bilirubin levels and biliary atresia among neonates. JAMA Netw Open. 2019;2(10):3–5. doi:10.1001/jamanetworkopen.2019.13321.

16. Fontenele JPU, Schenka AA, Hessel G, Jarry VM, Escanhoela CAF. Clinical and pathological challenges in the diagnosis of late-onset biliary atresia: Four case studies. Brazilian J Med Biol Res. 2016;49(3):10–3. doi:10.1590/1414-431X20154808.

17. Setowati A, Rarome BB, Kamaya IDAA. Biliary atresia: a case report and the importance of early detection in improving patient outcomes. Medical Faculty, Ciputra University.

18. Setyoboedi B, Prihaningtyas RA, Utomo MT, Arief S. Early detection of biliary atresia in primary health care: still a problem. F1000Research. 2022;11:1245. doi:10.12688/f1000research.125555.

Diterbitkan

01-04-2026

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

[1]
Delayed Referral of a Neonate with Biliary Atresia Presenting as Jaundice: A Case Report. MEDICINUS 2026;39:28-33. https://doi.org/10.56951/rmdf9491.