Mortalitas Tuberkulosis Paru di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar
DOI:
https://doi.org/10.56951/dw9ejg91Kata Kunci:
mortalitas, faktor risiko, tuberkulosisAbstrak
Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC/TB) paru merupakan penyakit menular penyebab kematian dengan angka kematian tertinggi nomor dua di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2022, dilaporkan jumlah kematian global karena TB mencapai 1,3 juta kasus. Di Indonesia, angka kematian karena TB paru pada tahun 2021 tercatat sebesar 52 kasus per 100.000 penduduk. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan crosssectional
untuk mengetahui angka kematian TB paru. Subjek penelitian adalah pasien TB paru yang tercatat di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, pada tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Hasil: Dari total 84 subjek penelitian, tercatat sebanyak 33 kematian. Berdasarkan jenis kelamin, kematian terjadi pada 8
(9,5%) subjek perempuan dan 25 (29,8%) subjek laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, kematian tercatat pada 8 (9,5%) subjek berusia ≥60 tahun dan 25 (29,8%) subjek berusia <60 tahun. Berdasarkan status HIV, kematian tercatat pada
20 (23,8%) subjek dengan status HIV nonreaktif dan 13 (15,5%) subjek dengan status HIV reaktif. Berdasarkan status diabetes, kematian tercatat pada 4 (4,8%) subjek dengan diabetes dan 29 (34,5%) subjek nondiabetes. Berdasarkan
jenis TB paru, kematian tercatat pada 13 (15,5%) subjek dengan TB paru klinis dan 20 (23,8%) subjek dengan TB paru bakteriologis. Kesimpulan: Kematian akibat TB paru lebih umum terjadi pada laki-laki, usia <60 tahun, status HIV nonreaktif, nondiabetes, dan TB paru bakteriologis.
Unduhan
Referensi
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman nasional pelayanan kedokteran: tata laksana tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
2. World Health Organization. Tuberculosis: fact sheet [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2023 [cited 2024 Apr 1]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis.
3. World Health Organization. Global tuberculosis report 2023. Geneva: World Health Organization; 2023.
4. Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Kebijakan dan Evaluasi Penanggulangan TBC di Provinsi Bali. Bali; 2023.
5. Kazempour Dizaji M, Kazemnejad A, Tabarsi P, Zayeri F. Risk factors associated with survival of pulmonary tuberculosis. Iran J Public Health. 2018;47(7):980–7.
6. Jeong YJ, Park JS, Kim HW, Min J, Ko Y, Oh JY, et al. Deaths from tuberculosis: differences between tuberculosis-related and non-tuberculosis-related deaths. Front Public Health. 2023;11:1207284. doi:10.3389/fpubh.2023.1207284.
7. Lin Y, Harries AD, Kumar AMV, Critchley JA, van Crevel R, Owiti P, et al. Management of diabetes mellitustuberculosis: a guide to the essential practice. Paris: International Union Against Tuberculosis and Lung Disease; 2019.
8. Chaaba E, Bwembya J, Nyambe E, Kumar R, Thior I, Seraphine K, et al. Mortality among persons receiving tuberculosis treatment in Itezhi-Tezhi District of Zambia: a retrospective cohort study. PLoS Glob Public Health. 2023;3(2):e0001234. doi:10.1371/journal.pgph.0001234.
9. Krishnamoorthy Y, Ezhumalai K, Murali S, Rajaa S, Majella MG, Sarkar S, et al. Development of prognostic scoring system for predicting 1-year mortality among pulmonary tuberculosis patients in South India. J Public Health (Oxf). 2023;45(2):e184–95. doi:10.1093/pubmed/fdac087.
10. Aridja UM, Gallo LG, Oliveira AFM, Silva AWMD, Duarte EC. Tuberculosis cases with post-mortem notification in Brazil, 2014: a descriptive study based on surveillance data. Epidemiol Serv Saude. 2020;29(5):e2020060. doi:10.1590/S1679-49742020000500014.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Diterbitkan
Unduhan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Gede Ketut Sajinadiyasa, Gede Dilajaya Robin, Putu Andrika

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.