Peran Manitol dalam Penanganan Peningkatan Tekanan Intrakranial pada Stroke Non-Hemoragik dengan Penyakit Jantung Bawaan: Laporan Kasus
DOI:
https://doi.org/10.56951/mfsfr250Kata Kunci:
tetralogy of Fallot, strok, emboli, mannitol, peningkatan tekanan intrakranialAbstrak
Latar belakang: Strok adalah suatu keadaan gangguan peredaran darah di otak yang menyebabkan terjadinya kematian
jaringan otak. Strok merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia setelah penyakit jantung. Strok nonhemoragik dapat disebabkan oleh adanya trombus ataupun penyumbatan emboli. Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan salah satu faktor risiko terjadinya strok, termasuk tetralogy of Fallot (TOF). Angka kejadian PJB dengan strok sebesar 1 dari 11 laki-laki dan 1 dari 15 perempuan. Salah satu komplikasi yang terjadi pada strok adalah peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Mannitol merupakan salah satu terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan intrakranial. Laporan kasus: Laki-laki, 19 tahun, riwayat TOF datang dengan penurunan kesadaran dan kelemahan separuh tubuh kiri. Gambaran CT scan didapatkan hasil lesi hipodens mengarah ke strok iskemik. Tiga hari setelah perawatan, pasien mengalami perburukan kondisi dengan tanda peningkatan TIK. CT scan ulang didapatkan gambaran transformasi hemoragik disertai herniasi unkal. Mannitol digunakan sebagai penanganan peningkatan TIK selama 3 hari dengan hasil perbaikan klinis. Tiga hari setelah itu pasien dipulangkan dengan perbaikan klinis. Kesimpulan: Penggunaaan mannitol pada kasus strok dengan kelainan PJB atau TOF memiliki hasil yang baik tanpa menyebabkan efek samping atau gangguan pada kelainan jantung tersebut. Mannitol dapat digunakan pada pasien dengan gangguan jantung.
Unduhan
Referensi
1. Bacaksiz A, Sonmez O, Akif M, Kayrak M. Adult cyanotic congenital heart disease: an unusual cause of stroke. J Pak Med Assoc. 2013;63(7):907-9.
2. George MG. Risk Factors for Ischemic Stroke in Younger Adults: A Focused Update. Stroke. 2020;51(3):729-735. doi: 10.1161STROKEAHA.119.024156.
3. O’Brien P, Marshall A. Tetralogy of Fallot. Circulation. 2014;130(4):e33‒6. doi: 10.1161/CIRCULATIONAHA.113.005547.
4. Hayes-Lattin M, Salmi D. Educational case: tetralogy of Fallot and a review of the most common forms of congenital heart disease. Acad Pathol. 2020;7:2374289520934094. doi: 10.1177/2374289520934094.
5. Shawkat H, Westwood M, Mortimer A. Mannitol: a review of its clinical uses. Contin Educ Anaesth Crit Care Pain. 2012;12(2):82‒5. doi: 10.1093/bjaceaccp/mkr063.
6. Atik A, Chan E, Crock C, Ang G. Cardiovascular effects and safety of mannitol in treating raised intraocular pressure. Clin Exp Ophthalmol. 2020;48(3):409‒11. doi: 10.1111/ceo.13748.
7. Feige K, Rubbert J, Raupach A, Stroethoff M, Heinen A, Hollmann M, et al. Cardioprotective properties of mannitol—involvement of mitochondrial potassium channels. Int J Mol Sci. 2021;22(5):2395. doi: 10.3390/ijms22052395.
8. Cook A, Morgan Jones G, Hawryluk G, Mailloux P, McLaughlin D, Papangelou A, et al. Guidelines for the acute treatment of cerebral edema in neurocritical care patients. Neurocrit Care. 2020;32(3):647‒66. doi: 10.1007/s12028-020-00959-7.
9. van der Worp HB, Hofmeijer J, Jüttler E, Lal A, Michel P, Santalucia P, et al. European Stroke Organisation (ESO) guidelines on the management of space-occupying brain infarction. Eur Stroke J. 2021;6(2):XC-CX. doi: 10.1177/23969873211015930.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Diterbitkan
Unduhan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Putu Indah Mahardika Putri, I Wayan Widyantara

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.