Ansietas pada Lansia: Prevalensi, Faktor Penanda, dan Penanganannya

Penulis

  • Raymond R. Tjandrawinata School of Bioscience, Technology and Innovation, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56951/qefshn93

Editorial

Ansietas pada lansia merupakan masalah kesehatan mental dengan prevalensi yang cukup tinggi, namun sering kurang terdeteksi akibat tumpang tindih gejala dengan penyakit fisik serta perubahan psikososial yang menyertai proses penuaan. Artikel ini membahas prevalensi global ansietas pada lansia, faktor penanda utama, serta pendekatan penatalaksanaan berbasis bukti. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ansietas pada lansia berkaitan dengan beban penyakit kronis (termasuk nyeri), gangguan gastrointestinal fungsional seperti irritable bowel syndrome (IBS), tingkat aktivitas fisik rendah, serta pola makan yang tidak sehat. Hubungan langsung antara kadar vitamin D serum dan tingkat ansietas pada lansia
masih menunjukkan hasil yang inkonsisten; namun terdapat bukti yang mengindikasikan adanya hubungan tidak langsung melalui peran vitamin D dalam kesehatan gastrointestinal dan peradangan. Penatalaksanaan yang direkomendasikan untuk kasus ansietas pada lansia bersifat biopsikososial, dengan intervensi psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT) dan modifikasi gaya hidup sebagai lini pertama serta farmakoterapi selektif pada kasus dengan tingkat keparahan
sedang hingga berat.

Referensi

1. Jalali A, Ziapour A, Karimi Z, Rezaei M, Emami B, Kalhori RP, et al. Global prevalence of depression, anxiety, and stress in the elderly population: a systematic review and meta-analysis. BMC Geriatr. 2024;24(1):809.

2. Crocco EA, Jaramillo S, Cruz-Ortiz C, Camfield K. Pharmacological management of anxiety disorders in the elderly. Curr Treat Options Psychiatry. 2017;4(1):33–46.

3. Masana MF, Tyrovolas S, Kollia N, Chrysohoou C, Skoumas J, Haro JM, et al. Dietary patterns and their association with anxiety symptoms among older adults: the ATTICA study. Nutrients. 2019;11(6):1250.

4. Wen Z, Bai L, Wu S, Chen J, Jama HA, Sawmadal JD. Association of serum vitamin D with anxiety in US adults: a cross-sectional study. Front Nutr. 2024;11:1371170.

5. Głąbska D, Kołota A, Lachowicz K, Skolmowska D, Stachon M, Guzek D. Vitamin D supplementation and mental health in inflammatory bowel diseases and irritable bowel syndrome patients: a systematic review. Nutrients. 2021;13(10):3662.

6. Mochcovitch MD, Deslandes AC, Freire RC, Garcia RF, Nardi AE. The effects of regular physical activity on anxiety symptoms in healthy older adults: a systematic review. Braz J Psychiatry. 2016;38(3):255–61.

7. Stanley MA, Wilson N, Novy D, Rhoades HM, Wagener P, Greisinger AJ, et al. Cognitive behavior therapy for generalized anxiety disorder among older adults in primary care. JAMA. 2009;301(14):1460–7.

8. Pary R, Sarai SK, Micchelli A, Lippmann S. Anxiety disorders in older patients. Prim Care Companion CNS Disord. 2019;21(1):18nr02335.

Diterbitkan

01-02-2026

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

[1]
Ansietas pada Lansia: Prevalensi, Faktor Penanda, dan Penanganannya. MEDICINUS 2026;39:3-6. https://doi.org/10.56951/qefshn93.