Korelasi antara Aliran Arteri Brakialis dan Fraksi Ejeksi pada Pasien Hemodialisis Reguler dengan Aneurisma Fistula Arteriovenosa
DOI:
https://doi.org/10.56951/7knqs723Kata Kunci:
penyakit ginjal kronik, hemodialisis, fistula arteriovenosa, fraksi ejeksiAbstrak
Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) stadium akhir umumnya bergantung pada hemodialisis, dengan fistula arteriovenosa (arteriovenous fistula/AVF) sebagai akses vaskular pilihan karena memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah. Penggunaan AVF jangka panjang dapat menimbulkan aneurisma yang berpotensi menyebabkan perubahan hemodinamik dan meningkatkan beban kerja jantung. Peningkatan aliran arteri brakialis (brachial artery flow/BAF) pada pasien dengan aneurisma AVF dapat memengaruhi fungsi jantung, khususnya fraksi ejeksi (ejection fraction/EF) ventrikel kiri. Sebuah studi potong lintang dilakukan pada sembilan pasien yang menjalani hemodialisis rutin dengan aneurisma AVF di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Bali. Aliran arteri brakialis diukur menggunakan ultrasonografi Doppler, sedangkan EF dinilai melalui ekokardiografi transtorakal. Analisis hubungan antara BAF dan EF dilakukan menggunakan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Rerata BAF adalah 1.149,16 ± 1.816,97 ml/menit, dan rerata EF sebesar 48,04 ± 15,74%. Hasil menunjukkan korelasi negatif yang lemah antara BAF dan EF (r=-0,346, p=0,361). Analisis regresi linier menunjukkan bahwa setiap peningkatan BAF sebesar 1 ml/menit berhubungan dengan penurunan EF sebesar 0,003%, meskipun hasil tersebut tidak signifikan secara statistik. Perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk menelusuri lebih lanjut hubungan antara BAF dan EF.
Unduhan
Referensi
1. Meola M, Marciello A, Di Salle G, Petrucci I. Ultrasound evaluation of access complications: thrombosis, aneurysms, pseudoaneurysms and infections. J Vasc Access. 2021;22(1 Suppl):71–83. doi:10.1177/11297298211018062.
2. Bhaskaran AP, Bhaskaran IP, Bhaskaran P. Pathophysiology of high output arteriovenous fistula with heart failure: a systematic review and meta-analysis. J Clin Diagn Res. 2022;16(9):OE07-12. doi:10.7860/ JCDR/2022/53548.16950.
3. Costa D, Andreucci M, Ielapi N, Serraino GF, Mastroroberto P, Bracale UM, et al. Vascular biology of arterial aneurysms. Ann Vasc Surg. 2023;94:378–89. doi:10.1016/j.avsg.2023.04.008.
4. Lok CE, Huber TS, Lee T, Shenoy S, Yevzlin AS, Abreo K, et al. KDOQI clinical practice guideline for vascular access: 2019 update. Am J Kidney Dis. 2020;75(4 suppl 2):S1-164. doi:10.1053/j.ajkd.2019.12.001.
5. Balaz P, Rokosny S, Bafrnec J, Whitley A, O’Neill S. Repair of aneurysmal arteriovenous fistulae: a systematic review and meta-analysis. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2020;59:614–23. doi:10.1016/j.ejvs.2019.07.033.
6. Tayebi P, Ziaie N, Golshan S, Bijani A, Mahmoudlou F. Hemodialysis patients with high-flow arteriovenous fistulas: an evaluation of the impact on cardiac function. Vasc Specialist Int. 2024;40:7. doi:10.5758/vsi.230090.
7. Malik J, Valerianova A, Tuka V, Trachta P, Bednarova V, Hruskova Z, et al. The effect of high-flow arteriovenous fistulas on systemic haemodynamics and brain oxygenation. ESC Heart Fail. 2021;8(3):2165–71. doi:10.1002/ehf2.13305.
8. Soliman M, Attallah N, Younes H, Park WS, Bader F. Clinical and haemodynamic effects of arteriovenous shunts in patients with heart failure with preserved ejection fraction. Card Fail Rev. 2022;8:e05. doi:10.15420/cfr.2021.12.
9. Kaygın MA, Halıcı U. Our experiences with hemodialysis arteriovenous fistula aneurysm. Turk J Vasc Surg. 2020;29(2):121–6. doi:10.9739/tjvs.2020.662.
10. Kim SW, Lee J, Lee S, Chang JW, Hyun CL. Pathologic change of an arterialized giant venous aneurysm of a brachiocephalic arteriovenous fistula. J Med Life Sci. 2023;20(4):178–82. doi:10.22730/jmls.2023.20.4.178.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Diterbitkan
Unduhan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Gusti Agung Ayu Indrayuni

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.