Dari Imunostimulasi ke Imunomodulasi Kontekstual: Menata Ulang Pengembangan Imunomodulator Alami dari Ciplukan dan Propolis

Penulis

  • Raymond R. Tjandrawinata Center for Pharmaceutical and Nutraceutical Research and Policy, School of Bioscience, Technology and Innovation, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56951/f29wyk52

Editorial

Produk alami yang diklaim dapat “meningkatkan imunitas” berkembang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan ilmu klinis dalam mendefinisikan bagian respons imun yang benar-benar memperoleh manfaat. Studi pada ekstrak mikropartikel buah ciplukan (Physalis angulata L.) dan propolis menunjukkan adanya sinyal biologis pada tingkat seluler dan hewan yang teramati lewat perubahan leukosit, pulpa putih limpa, dan ekspresi CD206. Walaupun demikian, masih terdapat gap translasional antara respons biologis yang terjadi dari suatu intervensi terhadap perlindungan klinis yang bermakna pada manusia. Perspektif ini mengusulkan pergeseran dari paradigma immune boosting menuju imunomodulasi kontekstual. Pengembangan produk sebaiknya dibangun melalui tiga lapis bukti: (1) identitas dan konsistensi produk, (2) mekanisme aksi dan jendela dosis, serta (3) manfaat klinis yang relevan. Dengan kerangka tersebut, peningkatan suatu biomarker tidak secara otomatis dipandang sebagai penguatan imunitas, dan formulasi multikomponen tidak dapat dianggap sinergis sebelum kontribusi serta keamanan tiap komponennya terbukti.

Referensi

1. Soares MBP, Bellintani MC, Ribeiro IM, Tomassini TCB, dos Santos RR. Inhibition of macrophage activation and lipopolysaccharide-induced death by seco-steroids purified from Physalis angulata L. Eur J Pharmacol. 2003;459:107‒12. doi:10.1016/S0014-2999(02)02829-7.

2. Silva BJM, Rodrigues APD, Farias LHS, Hage AAP, Do Nascimento JLM, Silva EO. Physalis angulata induces in vitro differentiation of murine bone marrow cells into macrophages. BMC Cell Biol. 2014;15:37. doi:10.1186/1471-2121-15-37.

3. Yang YJ, Yi L, Wang Q, Xie BB, Dong Y, Sha CW. Anti-inflammatory effects of physalin E from Physalis angulata on lipopolysaccharide-stimulated RAW 264.7 cells through inhibition of the NF-kB pathway. Immunopharmacol Immunotoxicol. 2017;39:74‒9.

4. Rivera DE, Ocampo YC, Franco LA. Physalis angulata calyces modulate macrophage polarization and alleviate chemically induced intestinal inflammation in mice. Biomedicines. 2020;8(2):24. doi:10.3390/ biomedicines8020024.

5. Wang L, Lu S, Wang L, Xin M, Xu Y, Wang G, et al. Anti-inflammatory effects of three withanolides isolated from Physalis angulata L. in LPS-activated RAW 264.7 cells through blocking NF-κB signaling pathway. J Ethnopharmacol. 2021;276:114186. doi:10.1016/j.jep.2021.114186.

6. Sforcin JM. Propolis and the immune system: a review. J Ethnopharmacol. 2007;113:1–14. doi:10.1016/j. jep.2007.05.012.

7. Magnavacca A, Sangiovanni E, Racagni G, Dell’Agli M. The antiviral and immunomodulatory activities of propolis: an update and future perspectives for respiratory diseases. Med Res Rev. 2022;42:897–945. doi:10.1002/med.21866.

8. Steintun M, Vind J, Hansen CHF, Larsen J, Duelund L, Bahij R, et al. Linking propolis chemical composition and geographical origin to immunomodulatory effects in human immune cells. J Ethnopharmacol. 2026;368:121867. doi:10.1016/j.jep.2026.121867.

9. Liang CJW, Woerdenbag HJ, Ekhart C, Vitalone A, van Hunsel FPAM. Safety considerations for natural products with adaptogenic and immunomodulating activities: a scoping review and analysis of WHO UMC VigiBase reports. Pharmaceuticals (Basel). 2025;18(8):1208. doi:10.3390/ph18081208.

Diterbitkan

01-09-2026

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

[1]
Dari Imunostimulasi ke Imunomodulasi Kontekstual: Menata Ulang Pengembangan Imunomodulator Alami dari Ciplukan dan Propolis. MEDICINUS 2026;39:3-6. https://doi.org/10.56951/f29wyk52.