Insulin Resistance and Ovulatory Dysfunction in Polycystic Ovary Syndrome: A Study Using the Muharam Criteria at RSUD Banten
DOI:
https://doi.org/10.56951/mxvzxk81Kata Kunci:
sindrom ovarium polikistik, resistansi insulin, kriteria Muharam, disfungsi ovulasi, infertilitasAbstrak
Latar belakang: Sindrom ovarium polikistik (SOPK) merupakan penyebab umum infertilitas anovulasi. Resistansi insulin (RI) memainkan peran kunci dalam patofisiologi PCOS, dengan berkontribusi terhadap hiperandrogenisme serta disfungsi folikel. Kriteria Muharam, yang didefinisikan sebagai rasio antara glukosa plasma puasa terhadap kadar insulin puasa, merupakan metode yang sederhana dan praktis untuk menilai RI, terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara RI, yang diukur menggunakan nilai kriteria Muharam, dengan disfungsi ovulasi pada pasien SOPK di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 21 wanita berusia usia 18–40 tahun yang didiagnosis SOPK berdasarkan kriteria Rotterdam 2003. Subjek penelitian berasal dari Klinik Fertilitas dan Endokrinologi, RSUD Banten periode Januari – Juli 2025. Kadar glukosa plasma dan insulin puasa diukur, kemudian dihitung nilai kriteria Muharam, dengan nilai <10,1 menunjukkan adanya RI. Disfungsi ovulasi dinilai berdasarkan riwayat menstruasi dan temuan ultrasonografi. Korelasi antara RI dan disfungsi ovulasi dianalisis menggunakan uji Spearman (p<0,05). Hasil: Dari seluruh subjek, dua belas (57,1%) subjek memiliki nilai kriteria Muharam <10,1 yang mengindikasikan RI. Disfungsi ovulasi ditemukan pada 16 (76,2%) subjek. Rata-rata nilai kriteria Muharam ditemukan secara signifikan lebih rendah pada kelompok dengan disfungsi ovulasi dibandingkan kelompok dengan ovulasi yang normal (8,6 ± 2,3 vs. 11,8 ± 2,5). Ditemukan korelasi negatif yang signifikan (ρ = -0,45, p=0,031). Selain itu, resistansi insulin juga ditemukan meningkatkan risiko disfungsi ovulasi sebesar 3,1 kali (odds ratio [OR]=3,1, 95% CI: 1,05–9,2). Kesimpulan: Kriteria Muharam merupakan tool yang berguna untuk menilai resistansi insulin pada pasien SOPK. Terdapat korelasi yang bermakna antara resistansi insulin dan disfungsi ovulasi. Kriteria ini dapat menjadi pilihan metode skrining yang bermanfaat, terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas, karena menawarkan metode yang sederhana serta hemat biaya.
Unduhan
Referensi
1. Azziz R, Woods KS, Reyna R, Key TJ, Knochenhauer ES, Yildiz BO. The prevalence and features of the polycystic ovary syndrome in an unselected population. J Clin Endocrinol Metab. 2004;89(6):2745-9. doi:10.1210/jc.2003-032046.
2. Dunaif A, Thomas A. Current concepts in the polycystic ovary syndrome. Annu Rev Med. 2001;52:401-19. doi:10.1146/annurev.med.52.1.401.
3. Rotterdam ESHRE/ASRM-Sponsored PCOS consensus workshop group. Revised 2003 consensus on diagnostic criteria and long-term health risks related to polycystic ovary syndrome (PCOS). Hum Reprod. 2004;19(1):41-7. doi:10.1093/humrep/deh098.
4. Bhathena RK. Insulin resistance and the long-term consequences of polycystic ovary syndrome. J Obstet Gynaecol. 2011;31(2):105-10. doi:10.3109/01443615.2010.539722.
5. Zhang D, Yang X, Li J, Yu J, Wu X. Effect of hyperinsulinaemia and insulin resistance on endocrine, metabolic and fertility outcomes in women with polycystic ovary syndrome undergoing ovulation induction. Clin Endocrinol (Oxf). 2019;91(3):440-8. doi:10.1111/cen.14050.
6. Muharam, R. Mengetahui Nisbah Gula Darah Puasa/Insulin Puasa pada Ovarium Polikistik (Tesis). 2000; Jakarta: Universitas Indonesia.
7. Wiweko B, Mulya R. Profil resistensi insulin pada pasien sindrom ovarium polikistik (SOPK) di RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Indones J Obstet Gynecol. 2008;32(2):93.8.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Diterbitkan
Unduhan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Arya Ady Nugroho, Novitrian Eka Putra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.