Kaitan Status Sosial Ekonomi, Pola Makan, dan Aktivitas Fisik dengan Obesitas pada Remaja di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Deskriptif
DOI:
https://doi.org/10.56951/94khrh71Kata Kunci:
obesitas, remaja, faktor risiko, status sosial ekonomi, tinjauan literaturAbstrak
Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat di Indonesia dan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Faktor eksternal seperti kondisi sosial ekonomi, pola makan, serta tingkat aktivitas fisik dilaporkan berkaitan dengan prevalensi obesitas pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis temuan dari berbagai penelitian mengenai faktor eksternal yang berkaitan dengan obesitas pada remaja di Indonesia. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur deskriptif (descriptive literature review) dengan strategi penelusuran terstruktur terhadap artikel ilmiah berbahasa Indonesia yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Penelusuran dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci “Faktor Risiko” AND “Obesitas” AND “Remaja”. Dari 809 rekaman awal, dilakukan penapisan bertahap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 10 artikel yang dianalisis lebih lanjut. Dari kesepuluh artikel tersebut, diidentifikasi tiga kelompok faktor eksternal yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan obesitas pada remaja, yaitu status sosial ekonomi, pola makan, dan aktivitas fisik. Dalam studi yang menilai aspek sosial ekonomi, pendapatan orang tua dan besaran uang jajan dilaporkan berkaitan dengan obesitas pada remaja. Pola makan tinggi kalori dan rendah serat berkaitan dengan obesitas, sementara aktivitas fisik yang rendah dan perilaku sedenter juga dilaporkan berkaitan dengan kondisi tersebut. Namun, arah dan kekuatan hubungan tidak seragam antarstudi; dua dari sepuluh studi tidak menemukan hubungan yang bermakna. Tinjauan ini bersifat deskriptif dan terbatas pada satu basis data serta artikel berbahasa Indonesia, sehingga temuannya tidak dapat digeneralisasi secara luas dan tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.
Unduhan
Referensi
1. World Health Organization. Obesity and overweight [Internet]. Geneva: WHO; 2021 [dikutip 1 Oktober 2025]. Tersedia dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight.
2. NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC). Worldwide trends in body-mass index, underweight, overweight, and obesity from 1975 to 2016: a pooled analysis of 2416 population-based measurement studies in 128·9 million children, adolescents, and adults. Lancet. 2017;390(10113):2627–42. doi: 10.1016/S0140-6736(17)32129-3.
3. Kementerian Kesehatan RI. Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019.
4. Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 [Internet]. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan; 2024 [dikutip 1 Oktober 2025]. Tersedia dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/.
5. Sari MAK, Lestari YN. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja (studi kasus di SMA Negeri 15 Semarang). Media Gizi Kesmas. 2024;13(1):386–96. doi:10.20473/mgk.v13i1.2024.386-396.
6. Saraswati SK, Rahmaningrum FD, Pahsya MNZ, Paramitha N, Wulansari A, Ristantya AR, et al. Literature review: faktor risiko penyebab obesitas. Media Kesehat Masy Indones. 2021;20(1):70–4. doi:10.14710/mkmi.20.1.70-74.
7. Wansyaputri RR, Ekawaty F, Nurlinawati N. Hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada anak usia sekolah dasar di SDN 49/IV Kota Jambi. J Ilm Ners Indones. 2021;1(2):103–12. doi:10.22437/jini.v1i2.15442.
8. Saprudin A, Amalia IS, Ropii A. Analisis faktor determinan kejadian obesitas pada remaja di Kabupaten Kuningan. J Public Health Innov. 2023;4(1):51–8. doi: 10.34305/jphi.v4i01.961.
9. Riany P, Ahmad A, Ismail N. Faktor risiko obesitas pada remaja: studi case-control [Internet]. Nasuwakes J Kesehat Ilm. 2021;14(1):80–6 [dikutip 1 Oktober 2025]. Tersedia dari: https://journal.poltekkesaceh.ac.id/index.php/nasuwakes/article/view/254.
10. Sitorus YTM. Hubungan konsumsi junk food dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di Kelurahan Subang Jaya wilayah kerja Puskesmas Sukabumi Kota Sukabumi. J Skolastik Keperawatan. 2023;9(2):238–52. doi:10.35974/jsk.v9i2.3210.
11. Pujiati P, Podojoyo P, Sihite NW, Abidin Z. Faktor risiko obesitas pada remaja. Publ Penelit Terap dan Kebijak. 2025;8(1):7–14. doi:10.46774/pptk.v8i1.647.
12. Wiadnyani KAM, Ruqayyah S, Rahadianti D, Saputra PJE. Hubungan tipe kepribadian, pendidikan orang tua, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Mataram. MAHESA Malahayati Health Student J. 2025;9(5):3939–52. doi:10.33024/mahesa.v5i9.19296.
13. Abrilla A, Meliyana E, Suriany R. Hubungan antara kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada remaja di SMAN 15 Kota Bekasi. Ther J Health Sci. 2025;2(2):133–44. doi:10.62354/therapy.v2i2.45.
14. Simamora HG, Silalahi S, Simamora FA. Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Swasta Katolik Assisi Medan tahun 2025. Inf Pembang J Kelitbangan. 2025;13(2):1–12.
15. Rahayu D, Nasution NUS, Mulyani S, Erowati D, Yolahumaroh. Hubungan asupan energi dan asupan zat gizi makro terhadap kejadian obesitas pada remaja. J Keskom 2025;11(2):290–9. doi: 10.25311/keskom.Vol11. Iss2.2036.
16. Yadie Y, Frisilia M, Handriani W. Hubungan pengetahuan tentang konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja kelas XI di SMK Negeri 1 Palangka Raya. J Surya Med. 2025;11(2):1–12. doi:10.33084/jsm.v11i2.10481.
17. Harjadinta, Susanty YE. The role of fast-food consumption patterns in the incidence of obesity in adolescents. HealthSmart: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2025 Aug 31;1(1):66–77. doi:10.64146/0gr58s35.
18. Ali R, Nuryani N. Sosial ekonomi, konsumsi fast food dan riwayat obesitas sebagai faktor risiko obesitas remaja. Media Gizi Indones. 2018;13(2):123–32. doi:10.20473/mgi.v13i2.123-132.
19. Az-Zahra A, Muyassar I, Maharani S. Pengaruh gaya hidup terhadap kejadian obesitas di Indonesia [Internet]. 2022 [dikutip 1 Oktober 2025]. Tersedia dari: https://www.researchgate.net/publication/366526914.
20. Dinsa GD, Goryakin Y, Fumagalli E, Suhrcke M. Obesity and socioeconomic status in developing countries: a systematic review. Obesity Reviews. 2012;13(11):1067–79. doi:10.1111/j.1467-789X.2012.01017.x.
21. Widiya GA, Andriyani A, Lusida N. Pengaruh konsumsi fast food terhadap risiko obesitas pada remaja di berbagai negara dan wilayah daerah. Vitalitas Medis J Kesehat Kedokt. 2025;2(2):267–80. doi:10.62383/vimed.v2i2.1601.
22. Salsabila H, Kurniasari R. Pentingnya konsumsi buah dan sayur pada remaja: literatur review. J Kesehat Tambusai. 2024;5(2):3051–8. doi:10.31004/jkt.v5i2.25726.
23. Banjarnahor RO, Banurea FF, Panjaitan JO, Pasaribu RSP, Hafni I. Faktor-faktor risiko penyebab kelebihan berat badan dan obesitas pada anak dan remaja: studi literatur. Trop Public Health J. 2022;2(1):35–45. doi:10.32734/trophico.v2i1.8657.
24. Sandy YD, Rukmana E, Damanik KY, Pratiwi C. Hubungan Night Time Eating dan Asupan Lemak Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Mahasiswa di Kota Medan. Amerta Nutrition. 2024;8(3SP):141–50. doi: https://doi. org/10.20473/amnt.v8i3SP.2024.141-150.
25. Savarino G, Corsello A, Corsello G. Macronutrient balance and micronutrient amounts through growth and development. Ital J Pediatr. 2021;47(1):109. doi:10.1186/s13052-021-01061-0.
26. An N, Watanabe D, Miyachi M. Excess of post-resistance exercise energy expenditure: a comparison between morning and evening. Eur J Appl Physiol. 2026;126(9): 4891–901. doi:10.1007/s00421-026-06268-9.
27. Zhang L, Zhao S, Zhao S, Zhang H, Ke Y, Yang W, et al. Sedentary behavior and its association with psychological well-being and sleep quality in adolescents: evidence from a propensity score analysis. Psychol Res Behav Manag. 2025;18:281–98. doi:10.2147/PRBM.S508382.
28. Ge MW, Shi HY, Chen XL, Shen LT, Hu FH, Jia YJ, et al. Higher socioeconomic status is associated with higher ultra-processed food intake: a cross-sectional analysis. Int J Food Sci Nutr. 2024;75(8):898–910. doi:10.1080/09637486.2024.2420263.
29. Guerra J, Jhon J, Lanza K, Castro G, Barengo NC. The availability between recreational facilities and physical activity of US adolescents. Prev Med Rep. 2024;38:102592. doi: 10.1016/j.pmedr.2024.102592.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Diterbitkan
Unduhan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Miguel Osward Sonders Junior, Hendi Wicaksono, Yacobus Christian Prasetyo, Loury Priskila

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.