Rekonseptualisasi Faktor Risiko dalam Kedokteran 2025

Penulis

  • Raymond R. Tjandrawinata School of Bioscience, Technology and Innovation, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56951/2ejq6e75

Editorial

Istilah “faktor risiko baru” dalam literatur medis tahun 2025 jarang merujuk pada penemuan determinan penyakit yang sepenuhnya belum dikenal. Sebaliknya, istilah ini mencerminkan pergeseran epistemik dalam bagaimana risiko
didefinisikan, diukur, dan diinterpretasikan. Perspektif ini menyoroti bagaimana kemajuan teknologi pengukuran objektif, analisis kohort berskala besar, dan pendekatan kausal berbasis genetika telah mengangkat kembali faktor-faktor yang sebelumnya kurang diperhatikan atau dipahami secara terlalu sederhana. Dengan menelaah contoh ketidakteraturan tidur yang diukur secara multidimensi, paparan asap kebakaran hutan sebagai determinan kardiovaskular, paparan pestisida chlorpyrifos dalam penyakit neurodegeneratif, serta perdebatan kausalitas penyakit imun melalui randomisasi Mendelian, artikel ini menunjukkan bahwa “kebaruan” faktor risiko lebih sering terletak pada keluasan spektrum penyakit dan kedalaman inferensi biologis, bukan pada variabelnya sendiri. Isu obesitas dan kanker digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menggambarkan bagaimana redefinisi klinis dapat mengubah stratifikasi risiko dan pendekatan pencegahan. Perspektif ini berargumen bahwa kemajuan kedokteran modern tidak diukur dari bertambahnya daftar faktor risiko, melainkan dari kemampuan sistem ilmiah untuk menilai risiko secara lebih presisi, kontekstual, dan berorientasi pada luaran klinis yang bermakna.

Referensi

1. Zhang S, Zhang M, Yuan Y, Li Z, Li X, Li X. Health risks and genetic architecture of objectively measured

multidimensional sleep health. Nat Commun. 2025;16:7026. doi:10.1038/s41467-025-62338-0.

2. Hao H, Xu K, Zhang D, Deng Y, Al-Kindi S, Pattisapu VK, et al. Long-term wildfire smoke exposure and

increased risk of heart failure in older adults. J Am Coll Cardiol. 2025;85(25):2439–51. doi:10.1016/j.

jacc.2025.04.058.

3. Hasan KMM, Barnhill LM, Paul KC, Peng C, Zeiger W, Ritz B, et al. The pesticide chlorpyrifos increases the

risk of Parkinson’s disease. Mol Neurodegener. 2025. doi:10.1186/s13024-025-00915-z.

4. Huang X, Wang X, Yang Y, Chen H. Assessing the potential causal influence of myasthenia gravis

on neurodegenerative diseases via multivariable Mendelian randomization. Medicine (Baltimore).

2025;104(44):e45340. doi:10.1097/MD.0000000000045340.

5. Huang DH, Zhang YL, Shi SL, Liang TJ, Chen JJ, Li GQ, et al. Mendelian randomization analysis of

the relationship between immune-related diseases and Alzheimer’s disease. J Multidiscip Healthc.

2025;18:6063–77. doi:10.2147/JMDH.S533723.

6. Rubino F, Cummings DE, Eckel RH, Cohen RV, Wilding JPH, Brown WA, et al. Definition and diagnostic

criteria of clinical obesity. Lancet Diabetes Endocrinol. 2025;13(3):221-62. doi:10.1016/S2213-

8587(24)00316-4.

7. Leitzmann MF, Stein MJ, Baurecht H, Freisling H. Excess adiposity and cancer: evaluating a preclinical–

clinical obesity framework for risk stratification. eClinicalMedicine. 2025;83:103247. doi:10.1016/j.

eclinm.2025.103247.

Diterbitkan

01-01-2026

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

[1]
Rekonseptualisasi Faktor Risiko dalam Kedokteran 2025. MEDICINUS 2026;39:3-6. https://doi.org/10.56951/2ejq6e75.