Pengaruh Pemberian Produk Olahan Kacang Kedelai Terhadap Glukosa Darah Puasa dan Resistansi Insulin Pada Model Tikus Diabetes Melitus

Penulis

  • Kendra Hosea Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakutas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  • Supriyanto Kartodarsono Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakutas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  • Arifin Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakutas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  • Sumardi Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakutas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.56951/medicinus.v35i3.102

Kata Kunci:

diabetes melitus, kacang kedelai, isoflavone, resistansi insulin

Abstrak

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan kondisi kronis yang memerlukan perawatan medis berkelanjutan serta penanganan dengan strategi multifaktorial. Kacang kedelai diketahui memiliki kandungan isoflavone yang bermanfaat untuk membantu mengendalikan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian produk olahan kedelai terhadap kadar gula darah puasa dan resistansi insulin. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok tikus normal, kontrol negatif, perlakuan tempe, perlakuan tahu, dan perlakuan tepung kedelai selama 2 minggu. Kadar glukosa darah puasa pada setiap kelompok diperiksa sebelum, sesudah pemberian diet tinggi lemak dan induksi streptozotocin, serta sesudah perlakuan. Nilai HOMA-IR diukur dengan kadar glukosa darah puasa dan kadar insulin setelah induksi diabetes dan sesudah perlakuan. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji MANOVA (p<0,05). Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh dari pemberian ketiga bentuk olahan kacang kedelai yaitu tempe, tahu, dan tepung kedelai terhadap kadar glukosa darah puasa dan kondisi resistansi insulin pada tikus model DM tipe 2 yang diinduksi streptozotocin, dengan hasil yang lebih baik adalah pada kelompok yang mendapatkan tempe. Kesimpulan: Pemberian olahan kacang kedelai berupa tempe, tahu, dan tepung kedelai memiliki pengaruh yang signifikan pada perbaikan kadar glukosa darah puasa dan resistansi insulin pada model tikus DM yang diinduksi streptozotocin.

Referensi

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021.

American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes—2022. Diabetes Care. 2022;45(Suppl 1):S244-53.

International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas 10th edition. Brussels, Belgium: International Diabetes Federation, 2021.

Soewondo P, Ferrario A, Tahapary DL. Challenges in diabetes management in Indonesia: a literature review. Globalization and Health 2013;9:63.

Lee J. Effects of soy protein and genistein on blood glucose, antioxidant enzyme activities, and lipid profile in streptozotocin-induced diabetic rats. Life Sci. 2006;79(16):1578-84.

Pilsakova L, Riecansky I, Jagla F. The Physiological Actions of Isoflavone Phytoestrogens. Physiol Res. 2010;59(5):651-64.

Ningrum IH, Irianto H, Riptanti EW. Analysis of soybean production and import trends and its import factors in Indonesia. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 2018;142:012059.

Abed MT, Al-Nimer MSM, Al-Rawi KA. The effect of short-term metformin therapy on insulin resistance among obese males in Al-Ramadi, Iraq. Saudi Journal of Obesity 2014;2(1):24-7.

Damasceno DC, Netto AO, Iessi IL, Gallego FQ, Corvino SB, Sinzato YK, et al. Streptozotocin-Induced Diabetes Models: Pathophysiological Mechanisms and Fetal Outcomes. Biomed Res Int. 2014;2014:819065.

Lenzen S. The mechanisms of alloxan- and streptozotocin-induced diabetes. Diabetologia 2008;51(2):216-26.

Dixit AK, Antony JIX, Sharma NK, Tiwari RK. Soybean constituents and their functional benefits. In: Opportunity, Challenge and Scope of Natural Products in Medicinal Chemistry. 2011:p.367-83.

Bhatena SJ and Velasquez MT. Beneficial role of dietary phytoestrogens in obesity and diabetes. Am J Clin Nutr 2002;76:1191–201.

Chang JH, Kim MS, Kim TW, Lee SS. Effects of soybean supplementation on blood glucose, plasma lipid levels, and erythrocyte antioxidant enzyme activity in type 2 diabetes mellitus patients. Nutr Res Pract. 2008;2(3):152–7.

Purwoko AE, Astuti I, Asdie AH, Sugiyanto. Effect of Soybean-based Food Supplement on Insulin and Glucose Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Indonesian J Pharm 2019;30(3):208-16.

Bowen J, Noakes M, Clifton PM. Appetite Regulatory Hormone Responses to Various Dietary Proteins Differ by Body Mass Index Status Despite Similar Reductions in ad Libitum Energy Intake. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2006;91(8):2913-9.

Jayachandran M and Xu B. An insight into the health benefits of fermented soy products. Food Chem. 2019;271:362-71.

Ahnan-Winarno AD, Cordeiro L, Winarno FG, Gibbons J, Xiao H. Tempeh: A semicentennial review on its health benefits, fermentation, safety, processing, sustainability, and affordability. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety 2021;20(2):1717-67.

Diterbitkan

01-12-2022

Cara Mengutip

[1]
Kendra Hosea, Supriyanto Kartodarsono, Arifin, Sumardi. Pengaruh Pemberian Produk Olahan Kacang Kedelai Terhadap Glukosa Darah Puasa dan Resistansi Insulin Pada Model Tikus Diabetes Melitus. MEDICINUS 2022;35:11-6. https://doi.org/10.56951/medicinus.v35i3.102.